Beredar ke Publik, Tindakan Kekerasan di Instansi BC Batam



Mediaperintis.net -  Batam | Beredar informasi Kepala Kantor Pelayanan Umum Kelas I Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap bawahannya pada saat jam kerja. Rabu 17 Desember 2025.

Dugaan tindakan kekerasan tersebut diketahui dari sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas di internal institusi BCA Batam, hingga akhirnya tersebar ke masyarakat dan memicu kegelisahan publik.


Berdasarkan informasi yang diterima tim media ini, peristiwa dalam rekaman tersebut dikatakan terjadi pada Rabu, 27 November 2025 sekitar pukul 09.00 WIB, bertempat di ruang rapat lantai 3 Kantor Bea Cukai Batam.

Korban tindakan kekerasan dalam vidio tersebut diketahui berinisial RI, seorang penyidik Bea Cukai yang berada langsung di bawah garis komando pejabat bersangkutan.

Sebagaimana diharapkan, iklim kerja yang sehat dalam sebuah perusahaan atau instansi seyogianya terjalin komunikasi yang baik antara bawahan dan pimpinan.

Jika peristiwa dalam rekaman tersebut terbukti autentik, maka peristiwa ini bukan sekadar persoalan personal, melainkan indikasi serius penyalahgunaan wewenang (abuse of power) di lingkungan lembaga negara.

Dugaan kekerasan yang dilakukan atasan terhadap bawahan pada jam kerja dan dalam ruang kantor pemerintahan menimbulkan pertanyaan besar mengenai iklim kerja, budaya kekuasaan, serta pengawasan internal di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sejumlah pihak menilai, kasus ini berpotensi melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), kode etik jabatan, hingga membuka ruang dugaan tindak pidana kekerasan, terlebih bila korban mengalami luka fisik.

Terpisah, dari penelusuran tim media ini, didapati bahwa korban telah menjalani visum di salah satu rumah sakit di Kota Batam, meski hingga kini pihak rumah sakit belum dapat dipastikan.

Ironisnya, hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari Zaky Firmansyah, korban RI, maupun dari Kantor Bea Cukai Batam dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sikap diam institusi justru memperkuat pertanyaan publik:

Apakah ada upaya pembiaran? Apakah mekanisme pengawasan internal berjalan? Dan sejauh mana komitmen penegakan hukum serta perlindungan terhadap pegawai?

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Fun Run For Good yang diselenggarakan Forum Pemred di Kampus Atmajaya Jakarta menjadi relevan untuk dikutip dalam konteks ini.

Purbaya menegaskan agar wartawan tidak “mingkem” dan tetap kritis, bahkan menyatakan dirinya siap dikritik demi kemajuan bangsa.

Pernyataan tersebut kini diuji dalam praktik, khususnya ketika dugaan pelanggaran justru muncul dari institusi di bawah kementeriannya.

Apakah akan ada pemeriksaan independen, pembukaan hasil investigasi, serta jaminan perlindungan bagi korban jika dugaan ini benar terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna menghadirkan informasi yang berimbang, transparan, dan bertanggung jawab sesuai prinsip jurnalistik. | Red.


Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpercaya

ads

Berita Amanah dan Terpercaya
Berita Amanah dan Terpercaya

نموذج الاتصال