TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) untuk Kabupaten Bintan sebesar 104,08 poin pada tahun 2025.
Mengutip data dari Databoks Katadata, tren biaya konstruksi di wilayah ini terus menunjukkan arah positif bagi efisiensi anggaran.
Tercatat, angka IKK Bintan saat ini mengalami penyusutan sebesar 1,55 poin jika disandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2020, kemahalan konstruksi di Bintan telah merosot tajam hingga 8,29 poin dari posisi awal 112,37.
angka 104,08 tersebut memberikan gambaran bahwa estimasi biaya mendirikan bangunan di Bintan memiliki rasio 1,041 kali lipat dari biaya di Kota Surabaya sebagai barometer nasional.
Dalam laporannya, BPS menekankan pentingnya angka ini sebagai indikator kebijakan ekonomi.
"Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) merupakan indeks harga yang menggambarkan tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota dibandingkan dengan harga di kota acuan yakni Kota Surabaya," tulis publikasi BPS yang dikutip melalui Databoks.
Menariknya, di saat Bintan berada di posisi terbawah atau paling murah, daerah lain di Kepulauan Riau justru mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi.
Kabupaten Kepulauan Anambas masih menjadi wilayah dengan biaya konstruksi termahal mencapai 123,49 poin, diikuti oleh Kabupaten Natuna dengan indeks 113,96 poin.
Penetapan IKK ini bukan tanpa alasan, sebab data tersebut menjadi variabel krusial bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan besaran Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025. (Juli Laia)

