BATAM - Warga kawasan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau, diguncang oleh penemuan tragis pada Kamis (22/1/2026) malam.
Sesosok bayi baru lahir ditemukan tewas mengapung di perairan Pantai Tanjung Uma.
Peristiwa yang terjadi bertepatan dengan malam Jumat ini pertama kali diketahui oleh seorang pemancing setempat.
Penemuan jasad bayi mungil ini sontak membuat geger warga sekitar yang langsung memadati lokasi kejadian.
Saksi mata bernama Ri, yang saat itu sedang memancing, menuturkan awal mula penemuan tersebut.
Ia melihat sebuah benda mencurigakan mengapung yang ternyata adalah sesosok bayi yang terbungkus kain batik berwarna coklat.
"Saya lihat benar, bayi itu sudah pucat dan tak bergerak. Saya coba tarik kainnya untuk membawanya ke tepi agar tidak terendam," ungkap Ri.
Ri menduga bayi malang tersebut belum lama dibuang oleh pelaku yang tidak bertanggung jawab.
Pasalnya, saat dievakuasi dari air, kondisi fisik jasad masih terlihat segar.
Berdasarkan keterangan saksi dan video yang beredar di masyarakat, kondisi bayi saat ditemukan cukup memprihatinkan namun masih utuh.
Karena merasa khawatir dan takut merusak barang bukti, Ri mengaku tidak berani memeriksa lebih jauh, termasuk mengecek jenis kelamin bayi tersebut.
Ia memilih mengamankan jasad ke tepi pantai dan menunggu kedatangan pihak berwajib.
Pihak kepolisian setempat dikabarkan telah menerima laporan terkait penemuan mayat bayi di Batam ini.
Tim identifikasi telah terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kronologi pasti, penyebab kematian, serta memburu identitas orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri tersebut.

