MAKASSAR - Dilansir dari kompas.com, Tim SAR menemukan satu korban pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport di jurang Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.
Laporan penemuan korban pertama kali diterima posko dari tim yang berada di sekitar puncak Bulusaraung.
“Hari ini tim kami tidak hanya mengevakuasi beberapa puing pesawat, tetapi juga mendapat kabar satu korban telah ditemukan,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Korban ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter, tak jauh dari serpihan badan pesawat di sisi utara puncak.
“Di sebelah utara puncak, di mana ada serpihan pesawat, korban ditemukan di jurang yang hampir berdekatan dengan serpihan tersebut,” kata Bangun.
Bangun menjelaskan, medan terjal, jurang curam, dan kabut tebal menyulitkan proses evakuasi korban serta puing pesawat.
“Kami belum bisa menjelaskan kondisi rinci korban, yang jelas upaya evakuasi memerlukan usaha sangat keras karena situasinya luar biasa, berkabut, dan sangat sulit,” ucapnya.
Personel SAR menuruni jurang dengan teknik rapeling dari ketinggian lebih seribu meter di atas permukaan laut.
“Personel kami berada di puncak lebih dari seribu meter di atas permukaan laut dan sempat melakukan rapeling sebelum hilang dari pandangan karena kabut,” tutur Bangun.
Korban rencananya dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi forensik oleh tim DVI Polri.
“Sesampainya di sini, kami akan langsung membawanya ke RS Bhayangkara sesuai kesepakatan, sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut,” katanya.
Keluarga penumpang dan kru telah dimintai sampel untuk kebutuhan pencocokan identitas melalui prosedur DVI kepolisian.
“Keluarga korban juga telah kami mintai beberapa sampel dari tim DVI untuk memudahkan dalam proses pencocokan nantinya,” tambah Bangun.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyebut korban berjenis kelamin laki-laki.
“Pada pukul 14.20 Wita telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di kedalaman jurang kurang lebih 200 meter dan di dekat serpihan pesawat,” ujar Arif di Posko Bulusaraung.
Arif menjelaskan, korban ditemukan di koordinat 04°54'44'' Lintang Selatan dan 119°44'48'' Bujur Timur.
“Lokasi korban dan serpihan badan pesawat berada di satu area, ini sekaligus menguatkan titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut,” katanya.
Meski cuaca buruk, operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat jatuh di Bulusaraung tetap dilanjutkan tim SAR gabungan.
“Sejak pagi, tim SAR berhadapan dengan hujan deras dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang, namun operasi tetap kami lanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel,” ucap Arif.

